Tampilkan postingan dengan label jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jaringan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Desember 2008

Multiplayer Tanpa Hub!! Kabel Cross Jadilah..



Seorang gila jaringan mungkin ada yang sampai hati untuk membawa-bawa kabel utp jenis crossing lengkap dengan laptop dalam tas gendongnya setiap saat. Biasanya hal ini terjadi karena orang gila jaringan tersebut selalu ingin melakukan pekerjaan di berbagai tempat dengan 2 PC sekaligus. :). Walaupun pada saat sekarang ada sebuah alat yang tidak repot dan tidak dapat digunakan untuk membelitkan leher. :D. Yakni USB Wlan. Namun ada kondisi yang tidak memungkinkan untuk dapat menggunakan usb wlan, seperti kondisi ekonomi kantong tipis orang gila jaringan tersebut, walaupun hanya mengeluarkan beberapa lembar uang kertas untuk membelinya, tapi tetap saja ini adalah inti permasalahannya, dan berbagai kendala lainnya.


Dari situlah tutorial ini berawal, sebelum dapat mengkoneksikan 2 PC menggunakan kabel crossing ada beberapa hal yang dibutuhkan diantaranya :
- Tang kerimping
- 2 buah RG 45
- Kabel UTP 5e dengan panjang secukupnya, sesuai dengan selera anda
- 2 buah PC yang akan dikoneksikan.

Pertama lepaskan shield kabel ( pelindung kabel biasanya bewarna abu -abu ) beberapa centimeter ( 2 cm), dengan memotong shield tersebut menggunakan tang kerimping, kemudian lurus-luruskan kabel-kabel yang berwarna-warni tersebut, kemudian urutkan kabel berdasarkan pewarnaannya di salah satu ujung kabel UTP tersebut. Urutannya adalah sebagai berikut



Ini adalah urutan kabel straight, sehingga untuk ujung kabel yang lain urutan pewarnaan kabel tersebut harus berbeda dengan urutan ujung kabel straight ini, inilah yang dinamakan dengan kabel cross, urutan ujung kabel cross adalah seperti ini :


Sehingga di kedua ujung kabel tersebut memiliki urutan warna yang berbeda satu sama lainnya.





urutan lengkapnya






Nah dari sini anda siap mengkoneksikan 2 PC tersebut.
Di windows untuk melakukan koneksi 2 PC sama halnya dengan mengkoneksikan PC dengan topologi jaringan yang sering ditemui, biasanya topologi jaringan itu adalah star di mana di pertengahannya biasa ditemui menggunakan hub ataupun switch. Hal yang harus dilakukan untuk mengkoneksikan kedua PC di windows adalah sebagai berikut :


PC Pertama
Masukkan ke network connection di control panel :
Start menu | run | control panel

Setelah itu masuk ke bagian Network Connections
Kemudian pilih Local Area Network Connection




Klik kanan Local Area Network Connection, pilih properties




Di kotak dialog Local Area Network Connection Properties, di bagian tab General pilih Internet Protocol ( TCP/IP ) Kemudian Klik Properties



Setelah itu masukkan IP Addressnya 192.168.1.2, kemudian Netmasknya 255.255.255.0




Setelah itu klik button OK, kemudian Close

Nah untuk PC yang kedua tahapnya sama saja dengan yang diatas namun Alamat IP Addressnya berbeda dengan PC yang sebelumnya, anda dapat mengisinya dengan 192.168.1.1 atau dengan IP 192.168.1.x yang lain, terserah anda. Dengan catatan netmasknya harus sama dengan pc yang sebelumnya yakni 255.255.255.0

Kemudian langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi network setup wizard untuk kedua PC tersebut, agar keduanya dapat saling terhubung sebagai satu workgroup.

Setelah selesai, lakukan ping dari salah satu PC tersebut ke PC lainnya... Jika tampilannya seperti ini maka PC anda telah terhubung satu sama lainnya.


C:\Documents and Settings\Al-k>ping 192.168.1.1

Pinging 192.168.1.1 with 32 bytes of data:

Reply from 192.168.1.1: bytes=32 time<1ms ttl="128" bytes="32" ttl="128" bytes="32" ttl="128" bytes="32" ttl="128" sent =" 4," received =" 4," lost =" 0" minimum =" 0ms," maximum =" 0ms," average =" 0ms">

By : Alim Bahry

Wi-Fi !! Amankah Bagi Kita ?

Wi-fi (wireless fidelity) yang bisa disebut sebagai jaringan lokal nirkabel kini semakin populer. Secara umum publik senang dengan kehadiran wi-fi. Namun ada beberapa anggota masyarakat yang menentangnya karena mereka menganggap teknologi ini berdampak negatif terhadap kesehatan. Mereka yang tidak setuju dengan kehadiran wi-fi beralasan bahwa radiasi elektro magnetik dari wi-fi ini menyebabkan nyeri di kepala dan gangguan tidur






Dengan wi-fi orang bisa masuk ke jaringan internet tanpa harus repot menyambungkan kabel dari komputer ke line telepon. Wi-fi semakin populer terutama di negara-negara maju di mana sambungan internet pita lebar semakin murah. Bahkan, kini penyedia menggratiskan sambungan internet pita lebar bila pengguna mengambil paket langganan telepon genggam dari perusahaan yang sama.

Secara umum publik senang dengan kehadiran wi-fi ini. Namun ada beberapa anggota masyarakat yang menentangnya karena mereka menganggap teknologi ini berdampak negatif terhadap kesehatan. Mereka yang tidak setuju dengan kehadiran wi-fi beralasan bahwa radiasi elektro magnetik dari wi-fi ini menyebabkan nyeri di kepala dan gangguan tidur.

'Electrosensitive'


Gangguan ini dialami Sarah Dacre, perempuan yang tinggal di London. "Saya merasa sangat nyeri di bagian kepala, telinga, tenggorokan dan di bagian tubuh yang lain," ungkap Dacre. "Kondisi ini terjadi ketika saya berada di dekat peralatan elektronik atau berada di dekat menara pemancar telepon genggam. Ini sungguh membuat saya menderita."

Sebagian besar peralatan elektronik memiliki radiasi elektro magnetik. Produsen peralatan ini mendesain produk sedemikian rupa sehinga gelombang elektromagnetik yang dihasilkan tidak membahayakan manusia.

Namun apakah intensitas radiasi wi-fi lebih besar sehingga menyebabkan gangguan kesehatan. Sarah Dacre mengatakan wi-fi berbahaya. Makanya, ia melindungi rumahnya dari teknologi nirkabel ini. Ia menggunakan kertas pelapis dinding atau wallpaper khusus, yang bisa meminimalkan dampak gelombang elektromagnetik.

"Pelindung ini sangat efektif. Dengan pelindung ini radiasi wi-fi bisa diminimalkan," ujar Dacre, yang mengaku mengidap electrosensitive ini. Di Swedia pemerintah secara resmi mengakui pengaruh gelombang radiasi wi-fi terhadap kesehatan. Bahkan mantan Perdana Menteri Norwegia, Gro Harlem Brundtland juga mengaku sakit kepala akibat radiasi gelombang elektromagnetik.


Sikap skeptis Sebagian Besar Ilmuwan Skeptis Dr Michael Clark, penasehat pemerintah Inggris untuk urusan radiasi gelombang elektromagneik mengatakan tidak ada efek negatif dari sinyal gelombang televisi atau radio FM, dua gelombang radio yang paling sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. "Ketika kami mengukur tingkat radiasi teknologi baru yang dikhawatirkan orang, ternyata relatif hampir sama dengan peralatan elektronik lain," tegas Dr Clark.

Tidak sekali ini saja teknologi baru memunculkan kekhawatiran akan berakibat buruk terhadap kesehatan.Ini pernah terjadi dengan telegram dan oven microwave. Beberapa kalangan menyebut apa yang dialami Sarah Dacre terlalu dibesar-besarkan. Sementara kecenderungan di lapangan menunjukkan, makin banyak kota di dunia ini yang memanfaatkan teknologi wi-fi, untuk mendorong orang menghubungkan komputer mereka ke internet secara mudah, murah, dan praktis.

Namun bagi orang-orang seperti Sarah Dacre yang mengaku pusing akibat radiasi wi-fi, harus dipikirkan kemungkinan membatasi wi-fi, satu gagasan yang mungkin akan dicerca. Sarah Dacre menegaskan ia akan tetap mendesak pembatasan penggunaan wi-fi."Kelihatannya gagasan kami ini sinting. Namun Anda akan mendukung upaya ini begitu anda terkena dampak negatif radiasi wi-fi," kata Dacre."Ketika Anda seperti mau mati, saya percaya Anda akan mendukung upaya kami." Apakah kampanye Sarah Dacre berhasil atau tidak masih harus ditunggu. Namun, beberapa hari lalu, kembali muncul kekhawatiran mengenai wi-fi ini. Kali ini, seorang ilmuwan Inggris Professor Lawrie Challis kepada koran Daily Telegraph mengatakan anak-anak yang menggunakan teknologi wi-fi harus dipantau, hingga penelitian tentang dampak kesehatan wi-fi dilakukan. Professor Chalis mengatakan anak-anak lebih sensitif terhadap radiasi dibandingkan orang dewasa. (Sumber: BBC)



Oleh : Tubagus Ardi Januar